pacarku adalah seorang kepala dokter

Aku mempunyai seorang sahabat dari kecil yg selalu bermain dan menemaniku bersama namun kita tidak pernah bertemu lagi saat keluarganya pindah ke luar kota. Sebelum pergi meninggalkanku dia meninggalkan sebuah catatan buatku yg berisi “sahabatku engkau tahu bahwa aku akan pergi meninggalkanmu tapi selalu ingatlah waktu yg kita jalankan bersama dgn begitu kau dan aku selalu mengingat satu sama lain dan percayalah di lain waktu kita bisa bertemu lagi”. Sejujurnya akupun sudah melupakan wajahnya apalagi namanya disebabkan hal itu terjadi dulu sekali waktu aku masih kecil..

Sekarang aku berumur 18 thn lulusan sarjana dokter dan bekerja di sebuah rumah sakit ternama di Indonesia dgn profesi sbg asisten dokter. Biarpun begitu aku sudah merasa puas walaupun cita”ku untuk menjadi dokter belum tercapai, berhari” ku lewati dgn lancar sampai suatu saat kepala dokter memanggilku, tentu saja aku bingung dan takut apakah aku akan dipecat karena tugas” yg kujalankan sbg asisten tdk dijalankan dgn baik. Saat bertemu dgn kepala dokter, aku terkejut melihat kepala dokter ternyata adalah seorang wanita yg seumuran dgnku dan melihatku dgn sorot matanya yg tajam.

“apa kau Toma?”

“ya..ada gerangan apa kepala dokter memanggilku kesini?”

“jadi memang benar kau adalah Toma..apa kau masih ingat denganku?”

“mmm..maaf mungkin anda salah orang”

“kau sungguh jahat telah melupakanku, aku ini Risa teman kecilmu dulu yg selalu bersamamu”

aku berpura” untuk mengenalnya setelah melihat air mata mengucur dari wajahnya.

“oou..aku baru ingat, aku memang dulu pernah berteman dgnmu. Tak disangka kau sudah dewasa bahkan wajahmu sgt cantik sekali”

wanita itu memandangku dgn penuh kecurigaan, jangan” dia tahu aku telah berbohong padanya.

“baiklah jika memang kau masih ingat tapi aku akan percaya 100% setelah kau menciumku:)”

Tentu saja aku menolaknya tetapi setelah dia memaksaku dan mendorong tubuhku ke lantai, aku tidak bisa melawannya.

“bila kau melawanku, kau tahu apa akibatnya kan hehe”

aku terpaksa menuruti kata”nya dan dicurilah ciuman pertamaku dgn Risa.

“jadi bagaimana rasa mulutku Toma?”

“…”

“jangan pikir kau bisa lari dariku setelah merebut ciuman pertamaku Toma”

bukankah kau yg merebut ciuman pertamaku pikirku sambil mencoba keluar dari cengkramannya

“kau akan bertanggung jawab kan Toma?”

desakannya membuatku tidak bisa berpikir apa” lgi dan terucap sepatah kata “ya” yg membuatnya senang

“bagus, jika begitu kita akan selalu bersama selamanya”

“sebelum itu ada urusan apa kau memanggilku kesini?”

“oh aku hampir lupa dgn tujuanku semula, jadi begini..”

beberapa menit berlalu dan akhirnya aku mengerti apa tujuannya memanggilku ke ruang kerjanya

“umm, jadi aku akan diangkat sbg wakilmu untuk membantumu dlm program “Mind’s Experiment” yg tujuannya berkonseling dgn  pasien di rumah sakit ini dan memberikan motivasi bagi pasien untuk semangat lalu membuat mereka selalu datang ke rumah sakit ini”

“yup, ternyata aku tdk salah memilihmu jadi wakilku. Sebelum itu kau akan tinggal di rumahku dan aku sudah menyuruh orang datang ke rumahmu membawa barang perlengkapanmu kesana”

“apaaaaa!?”

“jangan begitu kaget Toma, hal ini dilakukan demi kebaikan kita:)”

begitulah hari” menyenangkan bersama Risa pun dimulai..

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s