Sistem anggaran di Indonesia

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ialah daftar yg memuat rincian pendapatan dan pengeluaran untuk periode tertentu, biasanya 1 tahun

Ruang lingkup APBN mencakup kawasan negara sedangkan APBD mencakup daerah tertentu

Fungsi APBN dan APBD:

  1. Fungsi alokasi, menunjukkan sasaran dan prioritas pembangunan sehingga kebutuhan umun terpenuhi
  2. Fungsi distribusi, menunjukkan pembagian dana pada berbagai sektor
  3. Fungsi stabilisasi, menjaga kestabilan arus ruang dan barang

Tujuan penyusunan APBN:

  1. membuat pedoman pendapatan dan pengeluaran negara dalam mekaksanakan tugas meningkatkan produksi dan kesempatan kerja
  2. mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran masyarakat

APBN disusun sesuai asas” yaitu kemandirian, penghematan, penajaman, dan prioritas pembangunan

Landasan hukum dalam penyusunan APBN:

  1. UUD 1945 pasal 23 ayat 1 “APBN ditetapkan setiap tahun”
  2. UU No.1 thn 1994 ttg pendapatan dan balanja negara
  3. Kepres RI No.16 thn1994 ttg pelaksanaan APBN

Cara penyusunan APBN dan APBD:

  • penerimaan dan pengeluaran-presiden-RAPBN-DPR
  • penerimaan dan pengeluaran-gubernur-RAPBD-DPRD

Pengaruh APBN dan APBD terhadap perekonomian:

  1. meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat
  2. menciptakan kestabilan uang dan moneter
  3. menimbulkan investasi masyarakat
  4. memperlancar distribusi pendapatan
  5. memperluas kesempatan kerja

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s